Kamis, 20 Januari 2011
Pelan-pelan
Untuk yang kelima kalinya, hamid terlambat datang ke sekolah. Namun karena ia merasa kali ini mempunyai alasan yang tepat, ia tenang-tenang saja.
Ibu Guru : Lagi-lagi kamu terlambat datang kesekolah? Ibu ingin tahu apa alasanmu kali ini.
Hamid : Saya terlambat karena ada pesan tulisan di seberang jalan bu
Ibu Guru : Pesan tulisan apa?
Hamid : Pesan tulisan itu berbunyi “sekolah, jalan pelan-pelan”. Langsung saja saya menghentikan motor saya dan turun dari sepeda motor kemudian meggelendeng motor saya dengan pelan-pelan melewati sekolah
Ibu Guru : Kenapa kamu turun dari sepeda motor kamu?
Hamid : Lho. . Kata pesan itu saya di suruh jalan dengan pelan-pelan bu?
Ibu Guru : Tiiiiiit
Teh Roris
Di siang bolong seorang gadis sunda berlari menuju rumah temannya
Teh Rina : Wah gawat Teh. . . gawat . .
Teh Lia : Apanya yang gaawat, Teteh?
Teh Rina : Masa Teteh nggak pernah baca koran?
Teh Lia : owh. . tentang pengeboman bali itu?
Teh Rina : Iya katanya yang jadi otak pengeboman bali itu perempuan dari Sunda? Teman kita
dulu
Teh Lia : Siapa????. . .
Teh Rina : Itu, Teh Roris
Teh Lia : Hahahahaha
Langganan:
Komentar (Atom)

